Top
Begin typing your search above and press return to search.

Isi surat cinta Presiden Soekarno ungkap Soekarno tidak tahu peristiwa G30S PKI 1965

Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) yang berada dibawah koordinasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN/RB) Republik Indonesia beberapa waktu lalu baru saja menemui Ratna Sari Dewi Soekarno di Jepang. Ratna Sari Dewi diketahui merupakan istri ke-6 Presiden Republik Indonesia Soekarno yang selama ini lebih memilih tinggal di Shibuya, Jepang.

Isi surat cinta Presiden Soekarno ungkap Soekarno tidak tahu peristiwa G30S PKI 1965
X
Sumber foto: Eko Sulestyono/elshinta.com.

Elshinta.com - Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) yang berada dibawah koordinasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN/RB) Republik Indonesia beberapa waktu lalu baru saja menemui Ratna Sari Dewi Soekarno di Jepang. Ratna Sari Dewi diketahui merupakan istri ke-6 Presiden Republik Indonesia Soekarno yang selama ini lebih memilih tinggal di Shibuya, Jepang.

Menteri PAN/RB Abdullah Azwar Anas dalam keterangannya mengatakan bahwa kunjungan ANRI ke Jepang menemui Ratna Sari Dewi diantaranya melihat secara langsung surat-surat cinta yang ditulis Presiden Soekarno kepada Ratna Sari Dewi antara tanggal 1 hingga 10 Oktober 1965.

“Dimana dalam surat itu (ndak boleh dipegang hanya boleh dibaca) salah satunya dari hati yang paling dalam Bung Karno (Presiden Soekarno) menyatakan tidak tahu-menahu (tidak mengetahui) tentang G30S PKI (Gerakan 30 September PKI 1965),” kata Abdullah Azwar Anas dalam pidato sambutannya di Kampus United In Diversity Bali (UIDBC), Kura Kura Bali, Serangan, Kota Denpasar, Jumat (17/11).

“(Saya tidak tahu tiba-tiba diajak ke sekitar Lubang Buaya terus digeser kemana) seolah-olah memberi kesan beliau terlibat. Ini adalah surat terbaru yang diburu oleh ANRI dan baru ditemukan,” sambungnya.

Abdullah Azwar Anas dalam kesempatan ini juga menambahkan bahwa dalam waktu dekat ANRI rencananya akan mengambil dan meminta dokumen-dokumen di CIA (Central Intelligence Agency) atau Badan Intelijen Pusat di Amerika Serikat untuk membuktikan fakta sejarah masa lalu yang sesungguhnya.

“Kalau tidak kita ini hanya lihat masa depan, padahal masa lalu itu adalah sesuatu yang penting untuk meluruskan sejarah,” lanjutnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Eko Sulestyono.

“Sementara sejarah kita hanya berpihak pada kekuasaan dan setelah itu baru kita telusuri dan fakta-fakta sejarah itu mulai dirangkai,” ucapnya.

“Dan nanti kita akan ke CIA (Amerika Setikat) untuk mendapatkan dokumen-dokumen asli sesungguhnya waktu itu CIA di pihak siapa. Atau memang ada klaim saja CIA kepada pihak ABC,” terangnya.

Ia juga menambahkan bahwa di KemenPAN/RB timnya lengkap, dokumen apa saja ada, termasuk G30S PKI dan lain-lain yang saat ini sedang diluruskan.

“Jadi dari curahan hati (curhat) yang paling dalam Bung Karno, Bung Karno merasa tidak tahu sama sekali dengan peristiwa G30S PKI,” sambungnya.

“itu dari kita baca surat ini fresh (baru) ya karena baru pulang dari Jepang, baru pulang dari Jepang, surat-suratnya (surat cinta Bung Karno) kepada Bu Ratna Sari,” terangjya.

“Nah kalau cerita itu panjang akan menarik di sesi yang lain saja,” pungkas Abdullah Azwar Anas

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire